KETIKA DOSA DIANGGAP BIASA

Diposting oleh noythole pada 16:04, 02-Peb-13

Di: Ahlak

Dosa kecil jika dilakukan terus-menerus maka akan menjadi besar. Dosa menjadi besar karena dia melakukan dosa tersebut tanpa menyadari bahwa dia telah melakukan maksiat kepada Allah swt. Dia merasa bahwa yang dilakukannya adalah tidak apa-apa. Kalau seseorang sudah terbiasa melakukan dosakecil, maka dia tidak merasa bahwa dia telah melakukan dosa.

Contoh dosa kecil, adalah zina mata, zina hati; sebagaimana sabda Rasulullah dari Abu Hurairah
” Sesungguhnya Allah telah menetapkan terhadap anak-anak Adam bagian dari zina yang bisa jadi ia mengalaminya dan hal itu tidaklah mustahil. Zina mata adalah pandangan, zina lisan adalah perkataan dimana diri ini menginginkan dan menyukai serta kemaluan membenarkan itu semua atau mendustainya. ” (HR. Bukhori)

Jangan remehkan dosa kecil
Nabi Muhammad SAW bersabda,
“ Ketika seorang mukmin berbuat suatu dosa, dosa itu menjadi sebuah noda hitam pada hatinya. Jika ia menyesalinya (memohon ampunan) hilanglah noda itu. Jika ia tidak menyesali perbuatan itu maka noda itu akan membesar dan membesar sehingga menutupi seluruh hatinya. ”

Allah SWT menjelaskan dalam firman-Nya,
Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu telah menutupi hati mereka “ (Al-Muthaffifin:14).

hadits di atas tidak membedakan apakah dosa yang dilakukan besar atau kecil. Setiap dosa yang dilakukan akan menghitamkan hati. Bila hati telah sepenuhnya tertutup oleh noda, maka tak akan ada petunjuk dapat menembus gelapnya hati dan orang sedemikian itu tidak akan mendapat manfaat dari peringatan-peringatan yang terdapat didalam Al-Qur’an.
Seharusnya kita merasa khawatir akan kehilangan nikmat hidayah ini, sehingga tidak boleh meremehkan dosa kecil.

Dosa kecil tidak selamanya kecil, dalam kondisi tertentu dosa kecil ini akan menjadi dosa besar.
Berikut ini adalah faktor-faktor yang mengubah dosa kecil menjadi dosa besar;

1. Terus-menerus dalam melakukannya.
Hal ini karena pengaruh kerasnya jiwa dan adanya raan (bercak) didalam hati, maka dari sini ada qaul mengatakan:
“Tak ada dosa kecil jika dilakukanterus menerus dan tak ada dosa besar jika diiringi istighfar. “

2. Anggapan remeh atas dosa tersebut.
Rasulullah saw telah bersabda:
“Berhati-hatilah kalian terhadap dosa kecil, sebab jika ia berkumpul dalam diri seseorang akan dapat membinasakannya.” (HR ahmad dan Thabrani).
Suatu ketika shahabat Anas ra pernah berkata kepada sebagian tabi’in:
“Sesungguhnya kalian semua melakukan suatu perbuatan yang kalian pandang lebih kecil dari pada biji gandum padahal di masa Nabi saw kami menganggapnya sebagai sesuatu yang dapat membinasakan . “(HR Al-Bukhari)

3. Merasa senang dan bangga dengan dosa.
Kadang-kadang ada orang yang membanggakan kemaksiatan yang pernah dilakukannya. Misalnya seorang bercerita, bagaimana ia bisa mengolok-olok orang lain, atau bagaimana ia membanggakan koleksi gambar-gambar yang terlarang. Orang yang bangga dengan dosa berarti sudah begitu lupa dengan bahaya dosa sehingga malah senang tatkala dapat melampiaskan keinginannya yang terlarang. Dan perasaan senang terhadap suatu kemaksiatan menunjukkan adanya keinginan untuk melakukannya, dan tidak ada keinginan untuk bertaubat.

4. Membongkar dan menceritakan dosa yang telah ditutupi oleh Allah.
Seseorang yang melakukan dosa kecil dan telah ditutupi oleh Allah namun ia sendiri malah kemudian menampakkan dan menceritakannya maka dosa itu justru menjadi berlipat karena telah tergabung beberapa dosa. Ia telah mengundang orang untuk mendengarkan dosa yang ia kerjakan, dan bisa jadi akan memancing orang yang mendengar untuk ikut melakukannya. Maka dosa yang tadinya kecil dengan sebab ini bisa berubah menjadi lebih besar.

Nabi saw telah bersabda:
” Seluruh umatku akan dimaafkan kecuali orang yang terang-terangan dalam dosa (almujahirun), termasuk terang-terangan dalam dosa ialah seorang hamba yang melakukan dosa dimalam hari lalu Allah menutupinya ketika pagi, namun ia berkata: “Wahai fulan aku tadi malam telah melakukan perbuatan begini dan begini!” (HRMuslim)

6. Jika pelakunya adalah orang alim yang jadi panutan atau dikenal keshalihannya.
Yang demikian apabila ia melakukan dosa itu dengan sengaja, disertai kesombongan atau dengan mempertentangkan antara nash yang satu dengan yang lain maka dosa kecilnya bisa berubah menjadi besar. Tetapi lain halnya jika melakukannya karena kesalahan dalam ijtihad, marah atau yang semisalnya maka tentunya itu dimaafkan.

Agar dosa Kecil terampuni
Dipandang dari segi terhapusnya dosa, dosa kecil lebih mudah terhapus. Pada umumnya dosa terhapus jika pelakunya melakukan taubat nasuha, taubat yang tulus dan sungguh-sungguh. Tetapi pada dosa kecil kadang-kadang akan terhapus tanpa melalui taubat. Dosa kecil bisa terhapus dengan amal shaleh yang dilakukan oleh seseorang.

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

Belum ada komentar. Tulislah komentar pertama!

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar